JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) bekerja sama dengan Federasi Nasional untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (FNKTRI)dan Yayasan Akrab (Aku Bisa Mendengar dan Bicara) meluncurkan sebuah aplikasi dan portal untuk masyarakat, khususnya para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua, dalam proses pembelajaran bahasa bagi anak tuna rungu. Portal bernama i-CHAT (I Can Hear And Talk) tersebut dapat diakses secara cuma-cuma.
Aplikasi yang resmi tersedia mulai Sabtu (17/4/2010) tersebut dibuat dalam dua mode yaitu mode offline, di mana user harus melakukan instalasi program pada komputernya dan mode online di mana user dapat menjalankan aplikasi dengan mengakses situs i-CHAT di http://www.i-chat.web.id. Saat ini portal tersebut baru memuat aplikasi i-CHAT secara online yang terdiri dari 5 modul, yakni Kamus, Abjad Jari, Bilangan, Tematik, dan Susun Kalimat.
Modul-modul pembelajaran selanjutnya masih dapat terus dikembangkan baik berupa aplikasi dengan game, animasi, video, maupun jurnal/artikel terkait pendidikan dan metode pembelajaran bagi anak tunarungu. Keseluruhan materi pembelajaran ini dapat dikemas dalam bentuk modul-modul dengan konsep e-learning. Pengembangan selanjutnya dari portal i-CHAT adalah membentuk forum, media social networking, dan konsep user generated content.
Selengkapnya...
April 25, 2010
i-CHAT, Portal Aplikasi untuk Tunarungu
Januari 28, 2010
India Luncurkan Penerbangan Luar Angkasa Berawak Pertama pada 2016

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Jakarta - Setelah berhasil meluncurkan satelit pertama, India kembali mengirim misi ke luar angkasa. Badan Antariksa India berencana melakukan penerbangan luar angkasa berawak pertama pada tahun 2016.
"Lembaga Penelitian Ruang Angkasa India menyediakan 120 miliar rupee (£ 1,6 milyar) untuk menempatkan dua astronot di ruang angkasa selama seminggu," kata juru bicara S Satish seperti dikutip dari telegraph.co.uk , Jumat (29/1/2010).
Sementara, pemerintah India sendiri telah memberikan pra-proyek dana sekitar empat miliar rupee (£ 53 juta) yang memungkinkan lembaga untuk melakukan penelitian awal pada ruang penerbangan.
Pada bulan Oktober 2008, India meluncurkan Chandrayaan-1, satelit pertama yang mengorbit bulan. Tetapi umurnya hanya setahun, setelah komunikasi terganggu dan ilmuwan kehilangan kendali atas satelit.
Chandrayaan-1 menempatkan India dalam sebuah klub elit negara-negara dengan misi bulan. Satelit serupa telah diluncurkan oleh Amerika Serikat, Rusia, European Space Agency, Jepang dan Cina.
Ekonomi India telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. India telah berupaya untuk mengkonversi temuan kekayaan baru-dibangun dengan teknologi tinggi - ke dalam politik dan kekuasaan militer agar bisa mengklaim sebagai pemimpin dunia.
Tetangga sekaligus saingannya, Cina, telah melesat duluan soal penerbangan luar angkasa pada tahun 2003. Cina menjadi negara Asia pertama yang menempatkan astronot ke luar angkasa.
"India memulai program luar angkasa pada tahun 1960 dan sejak tahun 1975 telah meluncurkan lebih dari 50 remote sensing dan komunikasi satelit sendiri dan 22 untuk negara-negara lain," imbuh Satish.
Selengkapnya...